Lewat Buku 3G: Gara-Gara Guobloggg, 12 Perempuan Inspiratif Berbagi Kisah Bangkit dari Kesalahan
Lewat Buku 3G: Gara-Gara Guobloggg, 12 Perempuan Inspiratif Berbagi Kisah Bangkit dari Kesalahan
Oleh: Aditya Bintang
JAKARTA — Kesalahan sering kali dianggap sebagai sesuatu yang harus disembunyikan. Namun, bagi 12 perempuan inspiratif yang menulis buku 3G: Gara-Gara Guobloggg – Mistakes Made Perfect, justru dari kesalahan itulah lahir pembelajaran paling berharga dalam kehidupan.
Buku kolaborasi ini ditulis oleh Santi Mia Sipan, Dewi Motik, Evy Indahwaty, Dr. Ir. Hanifah Handayani, M.T., Dr. Hj. Eka Puspita Notonogoro, Ari Nurul Hidayah, M.Kom., Dra. Sri Widyastuti, Erlik Isfandiari, S.Pd., Mia Marianne, Puteri Rahmawati, Okky Idayanti Sudiro, dan Linda Sari. Berasal dari berbagai latar belakang profesi, mulai dari pengusaha, akademisi, praktisi kesehatan, trainer, hingga pelaku industri kreatif.
Berbeda dengan buku motivasi pada umumnya yang menonjolkan keberhasilan, 3G: Gara-Gara Guobloggg justru mengangkat pengalaman nyata para penulis ketika mengambil keputusan yang keliru, mengalami kegagalan, tertipu, hingga akhirnya menemukan makna baru dalam perjalanan hidup mereka.
Mengapa buku ini ditulis?
Penggagas buku, Santi Mia Sipan, melihat bahwa banyak orang hanya menikmati cerita sukses, tetapi jarang mengetahui proses jatuh bangun yang dialami seseorang sebelum mencapai titik tersebut. Melalui buku ini, ia mengajak pembaca berdamai dengan kesalahan dan menjadikannya sebagai bagian dari proses bertumbuh.
"Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan. Yang membedakan bukan siapa yang paling sedikit salah, tetapi siapa yang mau belajar dari kesalahan itu," menjadi semangat yang mewarnai keseluruhan isi buku.
Belajar dari pengalaman nyata
Salah satu kisah datang dari Evy Indahwaty, mantan Presiden Direktur perusahaan pembiayaan yang telah berkarier lebih dari 30 tahun di dunia perbankan dan multifinance. Pengalaman panjangnya tidak membuatnya luput dari kesalahan. Saat membangun bisnis sendiri, ia justru menjadi korban penipuan investasi karena terlalu mudah mempercayai seseorang yang dikenalkan oleh rekan bisnis.
Kerugian yang dialaminya tidak membuat Evy berhenti. Sebaliknya, pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting untuk membangun perusahaan dengan tata kelola yang lebih baik, menerapkan prinsip kehati-hatian, serta menjadikan integritas sebagai fondasi utama dalam menjalankan bisnis.
Sementara itu, Dewi Motik Pramono, yang dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan Indonesia di bidang kewirausahaan dan pemberdayaan perempuan, turut membagikan refleksi mengenai pentingnya keberanian menghadapi kegagalan. Baginya, pengalaman hidup, termasuk kesalahan yang pernah dilakukan, merupakan bekal untuk membangun karakter, kepemimpinan, dan ketangguhan dalam menghadapi perubahan.
Diluncurkan pada momentum 12 Tahun Wise Women
Buku 3G: Gara-Gara Guobloggg – Mistakes Made Perfect diterbitkan pada Juli 2026 dan menjadi bagian dari rangkaian perayaan 12 Tahun Wise Women, komunitas yang selama ini aktif mendorong perempuan Indonesia untuk bertumbuh melalui pendidikan, jejaring, dan kolaborasi.
Mengubah cara pandang tentang kegagalan
Melalui kumpulan kisah nyata tersebut, para penulis ingin menyampaikan bahwa kegagalan tidak selalu menjadi akhir dari perjalanan seseorang. Sebaliknya, pengalaman jatuh, salah mengambil keputusan, maupun tertipu justru dapat menjadi titik balik untuk membangun kehidupan yang lebih baik.
Dengan gaya bertutur yang ringan dan penuh refleksi, buku ini mengajak pembaca melihat kesalahan bukan sebagai aib, melainkan sebagai guru kehidupan. Pesan yang ingin disampaikan sederhana: setiap orang pernah menjadi "guobloggg", tetapi tidak semua orang berani mengakui, belajar, lalu bangkit menjadi pribadi yang lebih baik.